Bab 175. Akan Berlalu

1275 Words

“Semalam pak Aksa neleponin gue berkali-kali.” “Abaikan aja.” “Gimana caranya sih, Key? Apalagi kalau nanti gue ketemu di kampus. Kalau dia nanya, gue harus jawab apa?” Keysha yang sedang mengaduk bubur menoleh menatap Jihan. Wanita itu terlihat sedang berfikir keras. “Ya bilang aja kalau lo ngga tau. Anggap emang kita ngga pernah ketemu. Yang jelas jangan sampai dia tau kalau gue ada di sini. Kalau dia tau, itu artinya dari dari mulut lo. Gue ngga akan maafin lo, ya.” Mendengar itu tentu Jihan tidak terima. Namun saat dia ingin melayangkan protes, Keysha sudah menyuruhnya diam. Semalam Keysha memang bisa tidur, tetapi rasa lelah di tubuhnya masih terasa. Sakit kepalanya lumayan berkurang, begitupun dengan kram di perut. Hanya saja lusa Keysha harus tetap ke rumah sakit untuk kontrol.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD