Berdamai Dengan Takdir

1255 Words

“Kenapa duduk di sini bukannya masuk ke kamar, Nak? Minta satpam buat ambil barang-barang yang kamu bawa.” Selesai sarapan Indira bingung mau melakukan apa di rumah kedua orang tuanya. Dia memutuskan duduk diruang keluarga sambil menunggu Bundanya mengantar Ayahnya yang akan pergi ke kantor. “Dira hanya bawa baju, Bun.” “Ayo kita naik ke atas. Bunda sudah membersihkan kamarmu.” Indira berjalan menuju ke kamar yang sudah lama ditinggalkannya. “Bunda ...” “Iya, sayang. Mau cerita?” Wulan bertanya dengan suara lembut membuat Indira semakin sedih. “Cerita dikamar saja ya.” Keduanya berjalan menaiki satu persatu anak tangga dengan perlahan. Pelukan Indira pada lengan Bundanya sangat erat. Sesekali mereka saling menatap lalu tersenyum. Seorang Ibu yang mendapatkan kabar jika Putrinya disa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD