Bab 81. Izin, Restu, Dan Cinta Yang Terlambat

1209 Words

Setelah makan siang berakhir dengan tawa yang mengisi ruang makan kecil, seluruh keluarga pindah ke ruang keluarga. Ruangan itu sederhana: sofa cokelat lembut, kipas angin berdengung pelan di langit-langit, dan foto keluarga tergantung rapi di dinding. Bu Ika membawa teh manis panas, sementara Ayah Amir duduk di sofa besar dengan napas lega setelah makan kenyang. Fian duduk di lantai sambil memakan kerupuk yang ia selundupkan dari meja makan. Lucas duduk di samping Allysa di sofa kecil, sementara Aiden duduk tidak jauh dari mereka. Namun suasana mendadak berubah — Lucas terlihat sedikit gelisah, meskipun ia berusaha menjaga ekspresi tenang. Tangannya menggenggam erat tangan Allysa, seperti mencari kekuatan. Allysa menoleh. “Lucas?” Lucas mengangguk kecil, lalu memandang orang tua Allys

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD