Malam itu Istanbul tenggelam dalam cahaya lampu kota yang berpendar di antara sisa hujan. Namun di luar hotel tempat Lucas dan Allysa beristirahat, bayangan bahaya sudah bergerak dalam diam. Pasukan pengawal Dermet—ayah Eleanor—datang dengan cara yang tak terduga. Mereka menyerbu pasukan Lucas yang berjaga di luar area hotel. Marco yang saat itu berada di depan kamar Lucas tak sempat mengirimkan kabar; komunikasi terputus oleh gelombang gangguan yang diciptakan pasukan lawan. Dalam waktu singkat, pasukan Lucas kocar-kacir. Beberapa orang tertangkap, beberapa lain melarikan diri. Di tengah kekacauan itu, Eleanor berhasil dibawa pergi oleh ayahnya. Wajahnya pucat, lelah, namun di balik mata yang merah dan berair, tersimpan bara kemarahan yang belum padam. “Dia milikku,” bisik Eleanor di

