Bab 67. Sebelum Menyembunyikan Allysa

1405 Words

Siang itu langit Istanbul terlihat pucat, seperti enggan memantulkan panas. Di jalanan menuju distrik elit Bebek, konvoi kendaraan hitam bergerak dalam formasi rapi. Di mobil paling depan, Lucas duduk di kursi penumpang dengan pandangan tajam menembus kaca depan. Di sebelahnya, Allysa duduk diam, menatap keluar jendela, mencoba menenangkan napasnya yang masih belum teratur sejak pagi. Tangan Lucas terulur, menggenggam jemarinya dengan hangat. “Tenang, Sayang. Begitu kita sampai di mansion, semuanya akan aman,” katanya dengan nada mantap, seolah setiap kata adalah janji. Allysa menoleh perlahan, menatap suaminya yang begitu tenang di tengah badai. “Kau yakin, Lucas?” Suaranya lembut tapi sarat cemas. “Mereka mengejarku. Aku tidak ingin menjadi alasan orang-orangmu terluka lagi.” Lucas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD