Bab 35. Antara Hidup Dan Penyesalan

1269 Words

Cahaya matahari pagi menembus tirai tipis ruang ICU, mengusir sisa-sisa malam yang mencekam. Hujan telah reda, meninggalkan embun di kaca jendela dan aroma antiseptik yang menenangkan. Di tengah ketenangan itu, suara napas pelan terdengar—hidup, nyata, berirama. Allysa membuka matanya perlahan. Sekelilingnya kabur, berputar. Pandangan pertama yang ia tangkap adalah langit-langit putih dan lampu bulat yang memancarkan cahaya lembut. Tubuhnya terasa berat, seolah tertimbun batu. Setiap tarikan napas menimbulkan nyeri di dadanya. Seketika pikirannya dipenuhi bayangan terakhir sebelum gelap menelannya — suara letusan senjata, percikan darah, dan tubuhnya yang terhempas di altar pernikahan. Suara hatinya berbisik getir. Apakah ini surga? Atau neraka? Tapi ia tertawa kecil di dalam hati. “

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD