Bab 34. Nyawa Di Ujung Malam

1427 Words

Marco yang berjaga di luar langsung masuk, wajahnya tegang. “Ada apa, Tuan?” Lucas menatap monitor. “Listriknya .…” Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, seluruh ruangan tiba-tiba gelap. Monitor jantung berhenti berbunyi. Alarm darurat menyala merah. Marco mengeluarkan pistol dari balik jaketnya, matanya menyapu ruangan. “Ini bukan pemadaman biasa, Tuan!” Lucas memutar tubuh, wajahnya kembali keras—seperti singa yang siap menerkam siapa pun. “Jaga pintu. Mereka mungkin datang.” *** Kilatan petir membelah langit Istanbul. Hujan deras mengguyur atap rumah sakit, menimbulkan suara gemuruh di antara bayangan kota yang tenggelam dalam malam. Namun di lantai lima, kegelapan menelan segalanya. Listrik padam. Semua monitor jantung, ventilator, dan alat penopang kehidupan berhenti berd

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD