Bab 59. Godaan Eleanor

1310 Words

Udara pagi itu masih terasa segar ketika Lucas menyandarkan tubuh di kursi taman, jemarinya menggenggam cangkir kopi yang kini mulai mendingin. Di depannya, piring-piring kosong menjadi saksi sarapan penuh tawa bersama Allysa barusan. Ia masih bisa merasakan lembutnya tawa sang istri, cara matanya memantulkan sinar matahari—hangat, jujur, menenangkan. Langkah cepat terdengar dari arah belakang mansion. Marco datang menghampiri, berdiri tegap di sisi tuannya. Wajahnya serius, nada suaranya tegas. “Tuan, maaf mengganggu. Ada panggilan penting dari kantor pusat. Para manajer menunggu Anda di ruang rapat. Mereka bilang ini soal laporan tahunan divisi riset dan pengembangan.” Lucas menatapnya sekilas, lalu menghela napas pendek. “Mereka tak bisa menanganinya sendiri?” “Sepertinya tidak, Tua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD