Mobil hitam itu melaju mulus di bawah sinar matahari yang menembus kaca jendela, menimpa wajah Allysa yang duduk di kursi penumpang. Suasana di dalam kabin terasa tenang, hanya suara lembut mesin dan gesekan ban di aspal yang mengisi udara. Lucas sesekali melirik ke arah istrinya yang duduk di sampingnya—anggun, diam, tapi memancarkan kehangatan yang sulit dijelaskan. Tiba-tiba, tanpa aba-aba, Allysa menoleh, lalu dengan wajah yang masih memerah karena malu, ia mencondongkan tubuh dan mengecup pipi suaminya pelan. Lucas terkejut. Ponsel yang tadi ia pegang nyaris terlepas dari tangan, dan untuk beberapa detik, otaknya berhenti bekerja. Sentuhan lembut itu terasa singkat, tapi meninggalkan hangat yang membakar sampai ke dadanya. “Sayang.” Suaranya keluar nyaris berbisik, parau oleh rasa

