Bab 13. Bukan Tamu! Tapi Tawanan!

1049 Words

Suara itu membuat Ruby tercekat. Marco akhirnya berhasil mendorongnya keluar, menutup pintu di belakangnya. Di dalam kamar, hanya tersisa Lucas, dokter, dan Allysa yang masih tak sadarkan diri. “Bagaimana kondisinya?” tanya Lucas, nada suaranya dingin tapi ada ketegangan samar. Dokter melepaskan stetoskop dari telinganya. “Tidak ada luka serius. Hanya goresan ringan di pergelangan tangannya, tapi ia kelelahan dan mengalami syok emosional. Saya akan memberikan suntikan penenang agar tidurnya lebih stabil.” Lucas mendekat, berdiri di sisi ranjang. Tatapannya tajam menelusuri wajah pucat Allysa. Ada jejak lembut sekilas di sana, tapi segera ia kubur dalam-dalam di balik wajah angkuh. “Pastikan dia tidak bisa menyakiti dirinya lagi,” ucap Lucas, pelan tapi penuh tekanan. “Baik, Tuan,” ja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD