Bab 89. Bertahanlah, Tuan!

1401 Words

Dunia seperti berhenti berputar. Dua tembakan tadi meledak berdampingan—saling bersahut seperti denting dua nasib yang telah dikutuk sejak lama. Hujan turun semakin deras, menciptakan tirai air yang menutupi pemandangan. Kilatan petir menyapu halaman, memperlihatkan dua tubuh yang sama-sama terhempas ke tanah basah. Lucas jatuh ke belakang, tubuhnya menghantam genangan air. Darah merah gelap mengalir dari d**a kirinya, tercampur lumpur. Napasnya mencelos—pendek, patah, terputus-putus. Mata tajamnya berusaha tetap terbuka, tapi pandangannya mulai kabur oleh hujan dan rasa nyeri yang menghantam saraf. Di seberang, Varela tersungkur ke samping, pistolnya terlepas dari tangannya dan jatuh ke lumpur. Darah mengalir dari d**a dan lehernya, mengalir cepat seperti air sungai yang menemukan cel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD