Di luar ruang operasi .... Marco duduk di kursi tunggu. Punggungnya membungkuk, jari-jarinya mencengkeram rambut. Ia menatap jam, menatap lantai, menatap pintu—ulang lagi dan lagi. Begitu banyak darah di pakaiannya sampai warnanya berubah gelap. Beberapa polisi tiba, namun Marco tidak mengizinkan siapa pun mendekati pintu. Ia hanya berkata, “Tunggu. Kalau kalian mau Lucas hidup untuk menjawab pertanyaan kalian, biarkan dokter menyelamatkannya dulu.” Polisi tak bisa membantah. Marco menatap pintu kaca itu lagi. “Bertahan, Tuan … karena ada seseorang yang lagi nunggu kau kembali datang.” *** JAKARTA Angin dini hari berhembus pelan melalui celah jendela kamar yang remang. Tirai bergerak lembut. Allysa tertidur pulas di ranjang besar kamarnya, sampai tiba-tiba ia terbangun. Matanya

