Bulan Madu Yang Liar

1061 Words

Baby muncul dari arah dapur. Hanya mengenakan celana pendek katun putih dan tanktop ketat tipis yang nyaris tak menutup apa pun. “Sayang,” panggilnya sambil membuka kulkas, pura-pura mencari buah. Reigan menatap punggung Baby dari sofa. Rahangnya mengeras. Tangannya menggenggam cangkir lebih erat. “Kamu cari apa?” suaranya terdengar berat. “Hmm… pengen buah dingin siang-siang gini,” jawab Baby sambil membungkuk ke dalam kulkas. Celananya naik sedikit, menampilkan bentuk yang selama ini hanya bisa Reigan nikmati saat malam. “Kamu lagi goda aku?” tanya Reigan langsung. Baby menoleh pelan. Senyumnya menggoda, bibir bawahnya digigit ringan. “Enggak. Aku cuma… haus.” Reigan berdiri, berjalan mendekat. Tapi Baby lebih cepat. Ia menutup pintu kulkas dan tiba-tiba mendorong Reigan hingga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD