Alice memeluk erat kedua lututnya di atas tempat tidur. Masih shock sekali, karena tiba-tiba saja, wanita yang belakangan memusuhinya itu , tiba-tiba saja datang dan menanyakan tentang kabar kehamilan. Tahu darimana?? Rasanya, ia tidak pernah cerita kepada siapa-siapa dan yang tahu pun hanya ayahnya saja. Apa mungkin, ayahnya itu yang memberitahu?? Tapi masa iya? Ia tidak percaya, bila sang ayah yang melakukannya. Lagi pula, terakhir kalinya Storm menelepon pun, sepertinya ia masih belum tahu tentang kehamilannya ini. Ataukah, hanya menerka-nerka sendiri?? Jadi, kalau sesuai dengan apa yang ditanyakan olehnya, akan ada tuntutan lainnya yang dilayangkan, saat persidangan keduanya nanti. Ah semoga saja tidak benar. Semoga saja, hal itu tidaklah dilakukan oleh wanita tadi. Karena kalau sa

