"Iya kenapa?? Ada apa??" tanya suara itu lagi. "Storm bisa minta tolong??" pinta Storm yang sekarang bertingkah seperti seorang adik, bukan lagi rival seperti yang sudah-sudah. "Mau minta tolong apa??" tanya orang itu lagi. "Ayo cepatlah. Kakak masih banyak pekerjaan yang harus diurus di sini." "Eum, ini tentang Alice, Kak." "Alice?? Kenapa?? Ada apa dengannya?? Kalian bertengkar atau bagaimana??" cecarnya, yang bila sudah menyangkut tentang wanita itu, pekerjaannya pun sudah tidak ia pedulikan. Seperti contohnya sekarang. Ia hanya diam saja, sembari mendengarkan penjelasan adiknya secara panjang lebar. "Begitulah, Kak. Sekarang, Storm bahkan tidak bisa bertemu sama sekali dengan Alice. Tidak bisa bicara dengannya dan juga tidak bisa melihat keadaannya." "Oh ya ampun. Kenapa mereka t

