Keputusan yang Sulit

1510 Words

"Kamu kenapa? Kenapa malah diam saja sambil menatapku begitu?" tanya Alice, kepada pria yang tidak mau melepaskan tatapannya sedikitpun darinya. "Tidak apa-apa. Aku hanya ingin memandangi istriku ini saja," ucap Storm sembari menyentuh pipi Alice kembali dan mengusap-usap pipinya itu dengan pelan serta lembut. Storm juga membubuhkan sedikit senyuman di bibirnya yang agak tebal itu. "Ya sudah boleh. Besok kan sudah tidak bisa," ucap Alice dan melenyapkan senyuman Storm yang sedikit tadi. "Tidak bisa?" ulang Storm yang belum apa-apa, ia sudah merasakan sesak di dalam dadanya. "Iya tidak bisa. Besok kamu pergi kerja kan?? Atau jangan bilang kamu mau bolos kerja lagi??" ujar Alice dengan mata yang sedikit membeliak. Storm menarik napas dalam-dalam dan mengembuskannya sembari dengan mereng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD