64. Mulai Tersentuh

1194 Words

Beberapa pasang mata langsung tertuju pada Berliana, lengkap dengan bisik-bisik yang tak lagi disamarkan. "Pak Ares perhatian banget, ya, sama Liana," sindir salah satu rekan wanita dengan senyum miring. Berliana memilih tidak menanggapi, karena sudah terlalu lelah dengan hidupnya akhir-akhir ini. Pukul 15.50, Berliana mulai membereskan meja kerjanya. Dia meregangkan bahu, menghembuskan napas lega saat mematikan laptopnya. Tak lama kemudian, notifikasi pesan masuk di ponselnya. 'Liana. Aku sudah hampir sampai di kantormu.' Berliana tersenyum tipis saat membaca pesan yang berasal dari Oliver itu, dia bersiap meninggalkan ruang divisi R&D. Saat melangkah menuju lift, hujan di luar masih belum menunjukkan tanda-tanda reda. Berliana menatap ke luar jendela dengan perasaan campur aduk.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD