54. Keberanian Yang Mulai Muncul

1102 Words

"Saya ulangi pertanyaan saya ... dari mana Bapak punya asumsi kalau saya mengakali penyakit saya?" Rupanya Berliana tak berniat untuk mundur, karena itu dia terus mendesak Ares. Di seberang sana, Ares terdiam beberapa detik. Napasnya terdengar jelas dan berat. "Liana," ucap Ares kemudian, nadanya lebih rendah tapi tetap tajam. "Saya tidak menuduh. Saya hanya mempertanyakan situasi. Kalian itu berpacaran, lalu sama-sama tidak masuk. Wajar kalau saya curiga." Berliana mengatupkan rahangnya. Dadanya naik turun, tapi suaranya tetap ia jaga agar tidak bergetar. "Pak. Bapak mendengar kabar dari mana Oliver tidak masuk? Bukankah Oliver tidak satu perusahaan dengan saya," tanyanya tegas. "Apa perlu saya video call agar Bapak percaya saya tidak berbohong?" Oliver menoleh cepat ke arah Berlia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD