Oliver akhirnya mencari tempat yang agak sepi untuk menerima telepon. "Mau apa kamu meneleponku lagi? Kita sudah tidak ada urusan lagi, Ren," ucap Oliver saat panggilan telepon tersambung. "Sudah tidak ada hubungan lagi? Enak sekali kamu ngomong kayak gitu. Setelah puas menikmati tubuhku, kamu mencampakkan aku!" seru seorang wanita yang berada di balik sambungan telepon. Oliver mengembuskan napas panjang, dia memijit pangkal hidungnya guna meredakan kepenatan yang tiba-tiba melanda. "Bukankah kamu sudah tahu perjanjian sejak awal, Ren? Kita melakukannya mau sama mau, tanpa ada paksaan dan hanya sekali. Jadi kenapa kamu melibatkan perasaan saat kita bergumul di ranjang?" ucap Oliver dengan sarkas. "Aku sebenarnya juga tidak mau menghubungimu lagi, Ver. Tapi ternyata aku hamil dan oran

