Terlalu lelah membuat Berliana terlelap, bahkan saat alarm ponselnya berbunyi, Berliana masih tak beranjak dari tidurnya. Rasa lelah membuatnya memilih untuk tetap bertahan di ranjang empuknya Bukannya Berliana tidak mendengar ketukan pada pintu kamarnya, hanya saja sekujur tubuhnya terlalu sakit untuk digerakkan. Ketukan pintu sudah tak lagi terdengar, begitu juga dengan Berliana yang kembali terlelap. Sementara Juniawan yang merasa resah karena Berliana tidak membuka pintu, akhirnya mencari kunci cadangan kamar sang putri. Tanpa pikir panjang, Juniawan segera menghambur ke arah Berliana yang terpejam. Dia mengguncang kuat tubuh sang putri, namun tidak ada respon jika Berliana akan membuka matanya. Teriakan panik tak lama memenuhi kamar gadis itu. "Liana! Bangun, Nak. Ayo bangun!"

