Suara desis hidrolik yang berat memecah keheningan absolut di dalam ruangan kedap suara itu. Lampu indikator di atas pintu baja yang tadinya berwarna merah statis, kini berkedip hijau. Mekanisme pengunci elektronik terbuka dengan bunyi klik yang bergema tajam, membuat jantung Aira nyaris melompat dari rongga dadanya. Napas wanita itu tercekat. Tubuhnya secara refleks mundur selangkah, menjauh dari pintu. Kaki telanjangnya bergesekan dengan lantai vinil yang dingin. Otot-ototnya menegang sempurna, bersiap menghadapi skenario terburuk. Apakah Bastian berhasil melacaknya secepat ini? Apakah pria itu berdiri di balik pintu baja ini dengan murka yang siap menguliti kewarasannya? Pintu seberat ratusan kilogram itu bergeser terbuka perlahan. Alih-alih sosok tinggi besar sang Raja Bisnis yang

