"Tapi, ingat baik-baik," potong Haryo, memutar kursinya sedikit hingga ujung tongkat emasnya bergesekan dengan marmer. "Tawaran ini bisa berubah sewaktu-waktu. Anggap saja ini sebuah janji yang ditulis di atas air, Dokter." Elena menahan napas. Matanya yang tadi melebar karena ambisi, kini kembali menegang. "Maksud Anda, Tuan Besar?" "Kinerjamu bagus, kau memiliki kesempatan untuk memakai mahkota itu," desis Haryo, menatap lurus ke arah Elena dengan sorot mata yang tak menyisakan sedikitpun ruang untuk belas kasihan. "Namun jika kinerja mu tidak bagus... jika kau membiarkan satu tetes pun kesalahan terjadi pada janin itu... jangan harap kau bisa bermimpi." Tiran tua itu memalingkan wajahnya kembali ke layar monitor. Di sana, Aira tertidur pulas dalam ketidaksadaran yang dipaksakan. Hary

