Menembus batas Waras dan Obsesi?

2265 Words

Aira, yang sedang duduk bersandar di kepala ranjang dengan sepasang jarum rajut dan gulungan benang wol kuning di pangkuannya, seketika menghentikan pergerakannya. Jantungnya berdetak sedikit lebih cepat. Matanya langsung tertuju pada pintu baja tebal di ujung ruangan. Lampu indikator berkedip hijau. Pintu itu bergeser terbuka. "Selamat pagi, Aira." Sapaan itu terdengar, mengudara bersama embusan napas pendingin ruangan. Namun, intonasinya tidak seperti biasa. Suara yang biasanya mengalun merdu, tegas, dan penuh otoritas medis itu, kini terdengar sangat serak, parau, dan hampa. Seolah sang pembicara harus menguras sisa-sisa energi kehidupannya hanya untuk mengucapkan tiga kata tersebut. Elena melangkah masuk. Ia mengenakan jas dokter putih kebanggaannya, terkancing rapi hingga ke kerah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD