Aku tahu Kau tidak se…

2164 Words

Elena menelan ludah. Air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya tumpah kembali, membasahi pipinya yang pucat dan dihiasi memar. "A-Aira... dia baik-baik saja," jawab Elena dengan suara serak dan patah-patah. Isakan kecil lolos dari bibirnya. "Jiwanya memang sangat terguncang pada awalnya. Dia histeris. Tapi... kehamilannya stabil. Aku terus memantaunya. Aku memberinya nutrisi terbaik dan memastikan ruangannya tetap hangat. Dia... dia bahkan sudah mulai merajut untuk membunuh waktu." Bastian terdiam mendengar kata 'merajut'. Ada sebersit ngilu yang meremas jantungnya, namun pria itu dengan cepat mengunci emosinya rapat-rapat. Ia tidak boleh menunjukkan titik lemah sedikitpun di depan wanita ular ini. Melihat Elena terus menangis tersedu-sedu, meratapi nasibnya yang baru sehari menjadi Ny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD