"KAU MENJEBAKKU!" Jeritan Elena menggema, memantul di dinding kamar tidur utama yang kedap suara itu. Urat-urat di lehernya bermunculan, wajahnya memerah oleh kombinasi rasa malu, jijik, dan keputusasaan yang absolut. Ia menarik selimut tebal itu hingga menutupi lehernya, gemetar hebat menatap pria berjas rapi yang berdiri santai di ambang pintu. Bastian Elvano tidak bergeming. Alih-alih merasa bersalah atau bereaksi terhadap tuduhan histeris itu, sang Raja Bisnis hanya menghela napas panjang. Ia menatap Elena dengan sorot mata yang luar biasa jengah, layaknya seorang majikan yang bosan mendengarkan rengekan pelayannya. "Menjebakmu?" ulang Bastian, nada suaranya sangat datar dan sarat akan ejekan. Pria itu menyandarkan bahunya pada kusen pintu, melipat kedua tangannya di depan d**a. "J

