Secara naluriah, Aira memundurkan tubuhnya semakin jauh ke sudut ranjang. Jantungnya berpacu liar, memompa adrenalin ke setiap pembuluh darahnya. Ia menahan napas, bersiap menyambut kedatangan Elena yang menjanjikan makanan atau pemeriksaan rutin, atau yang terburuk... Bastian yang entah bagaimana berhasil meretas sistem pertahanan tempat ini. Namun, saat pintu baja seberat ratusan kilogram itu bergeser terbuka perlahan, sosok yang melangkah masuk menembus cahaya putih neon bukanlah dokter wanitanya, apalagi suaminya yang sedang murka. Seorang pria asing melangkah melewati ambang pintu dengan ritme yang luar biasa tenang. Aira membeku. Matanya membelalak lebar, memindai sosok penyusup tersebut. Pria itu mengenakan setelan jas three-piece berwarna navy gelap yang dijahit dengan presisi t

