Kenapa Menolak Ku, hm?

1432 Words

Aira menatap pantulan dirinya di cermin meja rias, tangannya terangkat menyentuh pengait kalung berlian pemberian Bastian. Benda itu berkilau angkuh, mengikat leher jenjangnya layaknya rantai tak kasatmata yang membelenggu kebebasannya selama dua tahun terakhir. Di sampingnya, Elena berdiri mengawasi dengan napas tertahan, menunggu keputusan akhir sang nyonya. Tanpa ragu lagi, Aira menekan pengait mungil tersebut. Bunyi klik pelan terdengar, menandakan terlepasnya otoritas Bastian atas tubuhnya pagi itu. Aira menarik kalung itu, membiarkan berlian solitaire yang harganya setara dengan nyawa manusia itu jatuh di atas bantalan beludru di dalam laci. Ia menutup laci itu rapat-rapat, mengunci kebohongan suaminya di sana. "Selesai," bisik Aira mantap, berbalik menghadap dokter wanitanya. "Ak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD