Waktu adalah pencuri yang paling kejam. Di Kyoto, waktu tidak berjalan, ia merangkak di atas luka Hanami. Satu bulan, dua bulan, hingga musim gugur yang jingga digantikan oleh musim dingin yang menggigit tulang. Hanami menjalani hari-harinya seperti robot. Ia bangun sebelum matahari terbit, membenamkan wajahnya dalam diktat kuliah yang tebal, dan pulang saat salju mulai menumpuk di ambang jendela apartemennya yang sempit. Namun, ada satu ritual yang menjadi nyawa sekaligus racun bagi Hanami. Yaitu, pesan dari Jasson. Setiap tanggal empat, tepat di hari kelahiran Axe, ponsel Hanami akan bergetar. Jasson tidak pernah menelepon. Tidak ada kata-kata rindu. Tidak ada pertanyaan "Kapan kau pulang?" Jasson hanya mengirimkan foto. Sebuah laporan bisu tentang kehidupan yang Hanami buang demi seb
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


