Bab 19. Janjimu, Jembatanku

1442 Words

Pertanyaan Serena itu membuat Hanami tersentak. Ia menoleh ke arah balkon, di mana bayangan Jasson terlihat sedang berdiri membelakangi mereka, memandang jalanan kota dengan pundak yang tegang. "Bukan begitu, Ma," lirih Hanami. Suaranya tercekat di tenggorokan. "Aku... aku masih ingin kuliah. Aku punya mimpi di Jepang. Aku merasa jika aku menikah sekarang, semuanya akan berakhir. Aku akan menjadi ibu rumah tangga yang kehilangan jati dirinya, dan Jasson... dia akan terikat selamanya oleh kesalahan yang kami buat." Serena tersenyum tipis, sebuah senyuman yang menyimpan banyak pengalaman hidup. Ia merapikan anak rambut Hanami dengan kasih sayang yang tulus. "Hanami, dengerin Mama," ucap Serena. "Menikah itu bukan penjara. Memangnya setelah nikah, kakimu akan dirantai sampai tidak bisa kul

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD