Bab 18. Satu Kecupan

1733 Words

Bibir mereka hanya berjarak sehelai rambut. Hanami bisa merasakan panas yang menjalar dari hembusan napas Jasson yang memburu, menghantam permukaan kulit bibirnya yang gemetar. Ia memejamkan mata rapat-rapat, jemarinya semakin kuat meremas kaos Jasson hingga buku-buku jarinya memutih. Di tengah keheningan yang bising oleh detak jantung itu, Hanami sudah pasrah. Ia berpikir, “Mampus, apa dia akan benar-benar menciumku?" Jasson menatap wajah di bawahnya dengan tatapan lapar. Gairah itu hampir meledak, menuntut untuk dilepaskan pada bibir yang tampak begitu mengundang di hadapannya. Namun, saat melihat bagaimana Hanami gemetar dalam kuasanya, Jasson tersadar. Ia tahu Hanami belum sepenuhnya membuka pintu hatinya, wanita ini hanya sedang kalah oleh hormon dan rindu yang ia sangkal sendiri.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD