Jasson menatap mata Hanami dalam-dalam, lalu perlahan menarik tangannya yang semula menempel di d**a wanita itu. Kehangatan yang tertinggal di sana seolah ikut terenggut, menyisakan kekosongan dingin yang membuat Hanami sedikit menggigil. Jasson tidak menjauh, ia justru mencondongkan tubuh, mendaratkan sebuah ciuman yang terasa begitu dalam dan lama di kening Hanami. Semuanya melebur dalam satu sentuhan bibir Jasson di kulitnya. "Itu lebih dari cukup, Hanami," bisik Jasson tepat di depan wajahnya. Napas pria itu menyapu pipi Hanami yang memerah. "Tapi aku tidak ingin melakukannya karena kau merasa bersalah atau karena kau takut. Aku ingin kau melakukannya karena kau memang menginginkanku... sebagai Jasson-mu. Bukan sebagai ayah dari anakmu." Hanami terdiam, bibirnya sedikit terbuka namu

