Bab 17. Dibawah Kuasa Gengsi

1574 Words

Fajar belum benar-benar menyingsing saat suara alarm dari ponsel Jasson membelah kesunyian kamar. Bunyi bip yang monoton itu terasa sangat mengganggu di telinga Hanami. Ia mengerang pelan, kelopak matanya terasa berat, namun kesadaran segera menghantamnya saat ia merasakan beban hangat di pinggang dan aroma maskulin yang bercampur sisa antiseptik. Hanami tersentak kecil, menyadari ia masih berada dalam dekapan Jasson. Kepalanya bersandar di d**a bidang pria itu, dan tangan Jasson melingkar posesif di atas perutnya. Posisi yang sangat intim, sangat jauh dari gencatan senjata dingin yang mereka jalani dua bulan terakhir. Alarm itu berbunyi lagi. Jasson sedikit melenguh dalam tidurnya, keningnya berkerut seolah sadar ia harus segera bangun untuk kembali ke aspal atau bengkel. Namun, Hanami

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD