Alvaro mengerjap, kantuknya tak tertahankan karena kurang tidur menjelang ujian thesisnya. Namun, layar ponselnya yang menyala dan menampilkan nama Vika di sana adalah sesuatu yak tak bisa Alvaro abaikan. Dia berusaha untuk tetap melek, sudah janji akan video call dengan perempuan itu. "Hallo, Sayang?" Alvaro tersenyum ke arah ponselnya yang menampilkan Vika di sana. Terlihat kesayangannya itu sedang rebahan di atas kasur. "Kamu masih di kantor, Kak?" Jam 8 malam waktu Jakarta saat ini dan Alvaro masih berada di kantor. Memang dari dulu sering begitu, hanya saja Vika khawatir mengingat lelaki itu pernah tipes. Vika tahu persis jika lelaki itu pekerja keras, meski berasal dari keluarga kaya raya. "Iya, Sayang. Ini habis video call'an sama kamu, aku baru pulang." Alvaro niatnya pulang ke

