Bab 43 — Vika & Alvaro

1557 Words

Ratu pulang setelah dari kampus kakaknya itu, tak mau ikut kedua orang itu karena sakit mata melihat keduanya. Mereka sama-sama bucin, seolah tak menganggap keberadaannya. Vika sih, masih mengajaknya mengobrol, akan tetapi Alvaro maunya mendominasi Vika. Vika ikut Alvaro ke kantor. Jujur, dia merasa gugup sudah lama tak ke sana. "Nanti bakalan rame kayaknya Kak Al bawa aku ke kantor." "Biarin aja. Orang-orang juga dari dulu kayaknya pada tahu kita ada sesuatu, tapi pada diam aja." Alvaro mengedikkan bahunya. Tiba di kantor beberapa saat kemudian, benar, kedatangan Alvaro yang menggenggam tangan Vika memasuki kantor membuat berpasang mata menoleh ke arah keduanya. Vika malu, hanya tersenyum tipis menyapa orang-orang yang dikenalnya dengan mukanya yang sudah pasti merona. Genggaman tanga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD