Meski telah memohon—mengakui semua kesalahannya, Alvaro masih saja diketusi oleh keluarganya. Apa lagi sang papa, sampai sekarang masih bersikap dingin padanya. Masih terbayang oleh Alvaro bagaimana marahnya sang papa saat itu. "Papa juga suka gonta-ganti pacar saat masih muda, mungkin lebih sering dari kamu. Tapi Papa enggak pernah melakukan hal brengsekk seperti yang kamu lakukan kepada Vika!" Kakinya Alvaro ditendang, yang sebelumnya sudah mendapatkan salam dari Ratu juga. Alvaro tahan rasa sakit itu, karena dia merasa pantas mendapatkannya. "Maaf, Pa." Alvaro hanya bisa terus menggumamkan kata maaf, tanpa pembelaan sama sekali. "Dia itu udah susah hidupnya, malah kamu manfaatin dia begitu. Otakmu itu enggak dipakai??" Rafli tentu merasa gagal menjadi seorang ayah begitu mendapati a

