Alvaro memijit-mijit keningnya, ada saja masalah di kantor yang menguras emosi. Kecewa dengan hasil event untuk parfum dan bodymist yang telah mengeluarkan biaya yang sangat besar, akan tetapi hasilnya tak sebanding. Banyak biaya tak terduga yang luput dari pantauannya, karena dia sendiri sibuk mencari keberadaan Vika ke sana-sini. Thesisnya belum juga belum selesai. Sungguh penuh sekali kepalanya Alvaro, yang sebagian besar isinya dipenuhi oleh bayangan Vika yang sulit ditepis. Alvaro sebenarnya telah menyewa orang, tetapi tak juga mendapatkan petunjuk. Bolak-balik mengintip ke rumah orang tuanya Vika juga dan ke daerah yang mana dia tahu ada kerabatnya Vika di sana, akan tetapi tak ada hasil juga. Alvaro jadi sangat yakin, jika ada keterlibatan dari keluarganya. Tak mungkin Vika tak bisa

