Alvaro tak punya tujuan lain, dia pun mengendarai mobilnya menuju sebuah hotel di Sentul. Vika di sebelahnya dari tadi hanya diam saja, tak menangis. Alvaro tak bertanya-tanya kepada perempuan itu, membiarkan perempuan itu dengan pemikirannya sendiri. Tiba di hotel dan memarkirkan mobilnya, Alvaro menuju meja resepsionis untuk check in. Sementara Vika duduk menunggu di sofa lobi. Selesai check in, Alvaro menghampiri Vika yang tampak duduk melamun. "Vika?" Alvaro yang berdiri di depan perempuan sampai menepuk pelan bahunya, baru lah Vika mendongak. "Udah?" Alvaro mengangguk. "Yuk!" Keduanya menuju kamar yang akan ditempati. Begitu masuk kamar dan hendak meletakkan ponselnya serta dompetnya di atas meja, Alvaro terkejut mendapati Vika yang menarik tangannya, lalu berjinjit mencium bib

