Di ruangan serba putih yang sunyi, Alvaro baru saja membuka matanya. Dia dari tadi kebanyakan tidur. Kondisi tubuhnya yang sangat lemah dan tak nafsu makan juga, lelaki itu dipasangi infus. Mengedarkan pandangan ke arah sekitar, Alvaro mendapati lelaki paruh baya yang tak lain adalah papanya, sedang duduk menundukkan kepala di sofa panjang dengan ponsel di tangannya. Alvaro baru berbicara lagi dengan papanya tadi, setelah sekian lama papanya bersikap dingin. Hanya singkat saja pembicaraan mereka tadi, karena Alvaro merasa kepalanya masih begitu berat. Ingin tidur terus bawaannya. Mungkin karena dia akhir-akhir ini tidurnya tak teratur, hanya beberapa jam saja setiap harinya. Mengurus segala hal dan juga mencari Vika ke mana, hingga akhirnya tumbang juga. Baru hari ini, dia banyak tidur, k

