Bulan silih berganti. Ratu sudah selesai sidang dan dilamar oleh Aditya. Sebagai sahabat, Vika tentu ikut senang melihatnya. Ratu memang begitu mencintai Aditya dan ingin menikah muda. Orang tuanya Ratu juga tak masalah dengan itu. "Gue dilamar, Vika! Gue dilamar!" Ratu memeluk Vika, senang sekali dilamar oleh Aditya. Tak menyangka jika Aditya akan melamarnya di tempat umum seperti ini, di kamus yang disaksikan oleh banyak mahasiswa lainnya. Ratu yakin, pasti banyak perempuan yang patah hati. Mengingat banyaknya pengagum dosen yang terkenal dingin tersebut. "I'm so happy for you, Bestie... " Vika tulus mengatakan itu, mengusap sudut matanya yang berair. Terharu. "Ciiee... mau menikah!" "Tenang. Walau nanti gue udah menikah, kita tetap bisa bareng-bareng." "Iya." Ratu memang tetap sela

