Lintang dan Arthur terbangun dengan suara ketukan, tepatnya pukulan keras di pintu kamar mereka disertai suara teriakan keras Mira memanggil mereka. "Nona! Tuan! Tuan Arta hilang!" Seketika kantuk pun lenyap karenanya, Arthur dan Lintang saling pandang dengan mata membelalak. "Astaga! Apa yang terjadi?" Lintang cepat-cepat menyambar jubah tidurnya dan segera membuka pintu, begitu juga dengan Arthur. Ketika pintu dibuka, tampak Mira masih mengetuk pintu dengan panik dan terkejut ketika melihat pintunya terbuka. "Tuan Arta tidak ada di kamarnya!" serunya dengan wajah pucat dan panik. "Apa maksudmu?" tanya Lintang sembari berlari menuju kamar Arta. Arthur sudah melesat terlebih dahulu ke sana. Dan ketika mereka tiba di kamar Arta, ketiganya mendapati Candra dan Wawan berdiri di depan j

