Hazen Yang Rapuh

1052 Words

"Hazen!" Langkah Hazen terhenti dan ia berbalik ke belakang. Tampak Bram tengah berjalan ke arahnya, dan berhenti hanya beberapa langkah sehingga mereka pun berdiri berhadapan. "Boleh aku bicara sebentar?" ucap Bram. Hazen terpaku, tapi lalu dia mengangguk mengiyakan. Maka Bram pun mempersilahkan Hazen untuk melangkah terlebih dahulu dan dia mengikuti satu langkah di belakangnya. Kantin rumah sakit tampak lengang malam ini, hanya terlihat beberapa orang suster jaga dan staff yang masih ada menghabiskan jam kerja mereka. Bram dan Hazen menuju ke sudut kantin yang sedikit tenang dari lalu lalang orang-orang. "Silahkan!" kata Bram seraya membantu menarik salah satu kursi untuk Hazen. Hazen seharusnya bersikap dingin dan angkuh seperti biasa, hanya saja saat ini hatinya sedang rapuh,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD