Tekad Arthur

1107 Words

Lintang baru saja terbangun ketika Mira muncul memasuki kamarnya, dia meringis merasakan denyut sakit di kepalanya. "Selamat pagi, Nona," sapa Mira dengan riang, tangannya membawa nampan berisi roti panggang coklat dan segelas s**u hangat. "Aku baru bangun, Mira, masa iya langsung makan!" ujar Lintang terkekeh pelan, matanya bahkan belum sepenuhnya terbuka. Mira tertawa kecil menanggapinya, "Tak apa, hari ini Nona harus bangun dan berdandan cantik!" katanya menusuk pipinya sendiri dengan telunjuk dan bertingkah menggemaskan seperti gadis di film Korea. Lintang tertawa gemas melihatnya, "Mau ada acara apa memangnya? Apa Bram melamar kamu?" katanya. Mira malah mendengus pelan, "Ah, Nona, malah kesitu larinya!" gerutunya dengan wajah merah padam. Lintang tergelak, "Kenapa? Bukankah kal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD