Arthur ingin sekali menyerbu dan menembak Wira membabi-buta, oleh karena melihat bagaimana dia memperlakukan Arta dengan kasar. Namun, akal sehatnya masih dingin, dia tidak mau kalap dan malah memposisikan Arta dalam bahaya. Lagipula, dia belum paham betul dengan situasi yang ada. "Sekian lama aku tunggu, kalian akhirnya kembali ke Tanah Air," dengus Wira tersenyum sembari menggosok-gosok senjata apinya dengan lap kecil. "Saudara kembarmu itu juga sebenarnya berguna, hanya saja aku kehilangan dia." Arta mengerutkan kening mendengar pembicaraan satu arah dari Wira, tapi dia paham siapa yang dimaksud, yaitu Layla. Sedang di sudut lain, Arthur yang menyimak itu pun terdiam. Sedikit terkejut karena rupanya Wira bahkan sudah tahu jika Layla masih hidup. "Dia harus menjelaskannya padaku n

