Arthur mengejar Wira dan anak buahnya yang membawa serta Arta dan juga Fala, sambil dia sibuk membalas tembakan dan melumpuhkan anak buah Wira yang rupanya cukup banyak. "Sialan!" umpatnya ketika peluru di pistolnya habis, Arthur melempar senjatanya begitu saja. Di bawah hujan peluru di sekitarnya, Arthur melihat senjata laras panjang di tangan preman yang sudah mati terkapar, agak jauh dari jangkauannya. Jika dia keluar dari persembunyiannya, maka peluru sudah pasti akan menyambar tubuhnya. Di sisi lain, dia mengkhawatirkan Arta dan juga Fala yang dibawa oleh Wira entah kemana. "Tolong bertahanlah! Aku mohon!" bisik Arthur. Jika dia tidak segera keluar dari sini, dia sendiri akan semakin tersudut dan mati oleh serangan mereka. Maka dalam satu tarikan nafas, Arthur melakukan lompa

