Lintang Ingin Cerai

1055 Words

Pagi menjelang, jam menunjukkan pukul 5 pagi. Suasana rumah sakit masih terlihat lengang dari keluarga pasien yang berkunjung. Hanya ada suster jaga dan para dokter yang berkeliling mengunjungi setiap kamar, memeriksa pasien sebelum jam kerja mereka selesai. Arthur tertidur di sisi sofa, setelah semalaman dia menjaga Lintang yang demam tinggi. Dia terlelap dengan dengkur halus karena kelelahan. Di atas ranjang, Lintang terbangun. Ia membuka matanya dan mengernyit, mengerjap merasakan pusing yang masih melanda. Mulutnya terasa kering dan ia ingin sekali minum, ia menoleh ke sisi kanan dimana ada teko berisi air putih. Dia ingin menjangkau gelas di sana tapi kondisinya masih lemas, selain semua luka akibat kecelakaan itu, demam semalam juga menguras energinya. Sedang ia mengulurkan tangan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD