Klub Malam

1125 Words

Arthur pulang bersama Hazen, ia tak bisa kembali ke rumah Lintang untuk saat ini. Dia terlalu kalut dan tak bisa berpikir dengan jernih. Hazen pun hanya diam tak berkomentar apa-apa, dan membiarkan pria itu duduk termenung sendiri di sofa. Sebenarnya bukan ini yang dia inginkan, entah kenapa rasanya sakit dan ada ketakutan yang melanda ketika tahu Lintang ingin berpisah dari Arthur. "Aku tak ingin membuatmu hancur, Arthur! Ini bukan keinginanku!" ucap Hazen di ambang pintu. "Aku tak tahu harus bagaimana, Hazen! Aku ... buntu!" desah Arthur menunduk dalam. Hening. Hingga akhirnya Arthur kembali mengangkat wajahnya, dia lalu menoleh pada Hazen seraya mengulurkan tangannya. "Kemarilah!" pintanya dengan mata menyorot sedih. Hazen tergerak, ia pun menghampiri, menerima uluran tangan A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD