Kericuhan di Panti Asuhan

1097 Words

Arthur keluar dari ruangan pimpinan dengan wajah muram. Permintaannya untuk berhenti dari tugas tak disetujui. Karena sejauh ini dia termasuk sebagai agen terbaik sejajar dengan Hazen, selaku partner. "Apa yang membuatmu rendah diri seperti itu, Kapten? Kau adalah agen terbaik yang kami miliki, tidak ada alasan bagi kami untuk mengizinkan permintaan pengunduran diri darimu! Kenaikan pangkatmu sebentar lagi." Begitulah kira-kira jawaban atasannya itu. "Apa aku harus memotong kakiku dulu baru aku bisa pensiun?!" gumamnya setengah menggerutu. Belum selesai kalimatnya, Hazen muncul dari arah lain dengan wajah tegang. Melangkah lebar-lebar menghampiri Arthur. "Apa yang sebenarnya ingin kau lakukan?" sembur Hazen, mengeratkan rahang menekan suaranya. Dia mendapat kabar jika Arthur mengaju

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD