Penyerangan di Rumah Sakit

1173 Words

Suasana meriah yang sesaat lalu terlihat, berubah menjadi kepanikan, ketika mereka menyadari adanya ancaman bom dari seorang remaja. Yang kini tengah dihadapi oleh Arthur, mencoba bernegosiasi membujuknya memberikan ransel yang diduga berisi peledak di dalamnya. "Come here, Kid! Berikan itu padaku!" pinta Arthur seraya perlahan melangkah maju mendekat. Justru remaja yang tampak putus asa itu melangkah mundur. "Mundur! Atau aku tekan!" teriaknya mengacungkan tangannya yang memegang semacam remot kontrol satu tombol, benda itu terhubung dengan kabel ke dalam ransel yang dipeluknya. Melihat itu Arthur semakin waspada, otaknya berpikir cepat. Mencari cara agar bisa melepaskan peledak itu tanpa melukai remaja itu. "Oke, aku mundur!" kata Arthur mengacungkan senjatanya dan kemudian meletakka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD