Penolakan Arta

1091 Words

Lintang melihat kepergian Arthur sekilas, dia ingin bertanya namun kepalanya masih terasa pusing dan rasanya lemas untuk bicara banyak. "Sepertinya kami harus pergi," kata Fala seraya merangkul bahu Aliya. "Mama sama papa mau pergi ke mana?" tanya Arta mendongak, menatap keduanya dengan pandangan cemas. Alya segera menghampirinya. "Tidak kemana-mana, Sayang, kami hanya pulang ke rumah. Kamu bisa main kapan pun kamu mau karena kami pun mulai sekarang aku tinggal di Indonesia," tuturnya tersenyum. Arta terlihat senang mendengarnya, dia pun mengangguk selagi Aliya mengusap kepalanya. "Terima kasih untuk semuanya!" ucap Lintang dengan suara pelan. Alya pun mendekat dan memegang tangannya. "Kita disatukan oleh Arta, aku harap ini akan terjalin selamanya!" ucapnya. "Tentu saja! Ini mome

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD