Apa yang menjadi kebahagiaan terbesar Lintang adalah kembali bertemu dengan anak semata wayangnya. Dan setelah melewati serangkaian peristiwa buruk dan penuh air mata, akhirnya itu terjadi. Kembali penuh dengan tangisan, hanya saja kali ini adalah tangis bahagia. "A-Arta ...," bisik Lintang menutup mulutnya ketika dia melihat Raffa yang terbaring di ranjang rumah sakit. Wajahnya pucat, matanya terpejam dengan selang oksigen di hidungnya dan jarum infus di tangan kecilnya. Ingin sekali dia masuk ke sana dan memeluknya erat melepas kerinduan yang selama 5 tahun ini menghantui setiap tidur malamnya. Namun itu tidak bisa dia lakukan sekarang ini, mereka harus cukup puas melihatnya dari balik kaca. Satu hal yang membuat Lintang semakin tergugu, mengingat dia pernah membenci sosok anak itu, k

